batu kalimayaThe History Of Opal-Batu Kalimaya | Batu yang dikenal karena keindahan warna warninya yang semakin berkilauan jika terkena cahaya. Wajar saja jika batu kalimaya disebut salah satu batu mulia terbaik. Batu kalimaya juga disebut sebagai The Queen of Gemstones & The Mother of Gemstones. Sebutan tersebut diberikan karena warna pada batu mulia lain terdapat batu kalimaya seperti, batu topaz, batu kecubung, batu zamrud, batu Sungai dareh, bahkan batu Safir.

Batu Kalimaya sebenarnya adalah panggilan dari masyarakat lokal, Namun dalam dunia perbatuan internasional biasa dikenal dengan nama Opal, dan merupakan jenis batu permata/batu mulia. Terbentuk dari mineral silika dengan formula SiO2.nH2O. Bukan Kristal namun mempunyai tingkat kekerasan 5.5 sampai dengan 6,5 skala Mohs.

The History Of Opal

Untuk penduduk lokal nama batu Kalimaya sebenarnya diambil dari nama Kali Maja. Kali Maja merupakan nama sebuah aliran sungai yang berada di daerah Rangkasbitung, Tempat yang menjadi petambangan batu kalimaya banten. Lokasi tepatnya berada di Kecamatan Maja Kabupaten Lebak Banten.

Menurut salah satu kisah opal telah ada sejak zaman kekaisaran romawi. dan pada saat itu opal disukai oleh keluarga kekaisaran dan jendral – jendralnya. Bahkan salah satu jendralnya Markus Antonius ingin menghadiakan opal yang cantik kepada cleopatra. Namun pada saat itu batu dimiliki oleh Nonius yang merupakan seorang politisi romawi dan dia tidak bersedia untuk menjualnya. Hingga pada akhirnya kejadian itu membuat Antonius marah dan mengusir nonius keluar dari roma. Pada saat itu harga batu kalimaya tersebut ditaksir sebanding dengan harga dua ribu ekor kuda.

Terdapat 3 versi berbeda yang menjelaskan kenapa batu kalimaya dinamakan sebagai Opal.

Versi Pertama
Menyebutkan kata opal diambil dari kata Opalus. Merupakan istilah Romawi yang diambil dari sosok Dewi Kesuburan yang merupakan istri dari Dewa Saturnus yang disebut Opalia.

Versi Kedua
Pendapat yang menyatakan bahwa nama Opal merupakan istilah Yunani yang diambil dari kata Opillos yang artinya melihat & perubahan. Kata ini dipilih berdasarkan dari karakter batu opal, yang bisa berubah warna pada lapisan batunya. Terutama pada saat terpancar oleh cahaya.

Versi Ketiga
Meyebutkan penamaan kata Opal diambil dari bahasa Sansekerta yaitu Upala menurut catatan yang ditulis oleh bangsa Romawi sekitar tahun 250 sebelum masehi. Pada catatan bangsa romawi itu disebutkan jika pada saat itu Opal dibawa oleh pedagang Bosporus, dan mengaku membawa batu tersebut dari India kemudian memasoknya ke Romawi. Sebelum tahun 250SM batu ini memiliki banyak sekali penyebutan oleh karena itu setelah tahun tersebut, diberikan nama Opal untuk batu ini.

Negara yang merupakan penghasil Batu Kalimaya

Opal dapat ditemukan di berbagai belahan dunia seperti Australia, Ethiopia, Virgin Valley Nevada.
Menurut beberapa sumber lain untuk batu kalimaya dengan warna dasar putih juga ditemukan di United States tepatnya di spencer idaho karena pada beberapa lapisan batunya ditemukan memiliki kandungan opal.
Negara lain yang disebut juga memiliki opal adalah Hungaria, Republik Ceko, Indonesia, Slovakia, Turki, Brazil, Honduras, Guatemala dan Nicaragua.

Bahkan pada tahun 2008 NASA menemukan kandungan opal di planet Mars. Jika di Indonesia, opal bisa ditemukan pada daerah Banten yang disebut dengan batu kalimaya.

Peta penyebaran Batu Kalimaya Banten

peta penyebaran batu kalimaya banten